Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Genjot Ekspor, Kalbe Farma akan Bangun Pabrik di Thailand

There are no translations available.

http://images.cnnindonesia.com/visual/2014/12/23/1e9f5b2d-51e6-474b-89f9-8572de725b9f_169.jpg?w=650

Perusahaan farmasi milik negara, PT Kalbe Farma (Persero) Tbk berencana membangun pabrik obat patungan (joint venture) di Thailand guna memperkuat penetrasi pasar di Asia Tenggara. Akselerasi pertumbuhanekspor obat ke kawasan ini diharapkan perseroan bisa dijaga dengan adanya pabrik baru tersebut.

"Untuk pembukaan pabrik di Asean, mungkin kita mempertimbangkan kerjasama joint venture di Thailand agar lebih cepat penjualannya di kawasan ini. Tapi ini baru sekedar wacana, kita baru sekedar eksplorasi saja," ujar Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan, Vidjongtius di Jakarta, Selasa (7/7) malam.

Kendati wacana tersebut sudah dipikirkan, namun pria yang akrab disapa Vidjong ini mengatakan, pembangunan pabrik di Thailand bukanlah strategi utama perusahaan. Ia menegaskan, Kalbe Farma sebisa mungkin akan tetap menggunakan fasilitas di Indonesia untuk menghasilkan produk-produk bagi pangsa ekspor maupun domestik.

"Memang, kami sedang menjajaki dan tengah eksplorasi kemungkinan membangun pabrik di luar, tapi membuka pabrik di kawasan Asia Tenggara tentunya bukanlah strategi utama kami. Kami lebih memilih untuk memperbanyak ekspor produk-produk yang dihasilkan dari pabrik kami dalam negeri, karena pada dasarnya pabrik Kalbe Farma disini terbilang sudah lengkap," jelasnya.

Untuk meningkatkan ekspor, Vidjong mengatakan BUMN obat ini juga akan menambah varian produk yang akan dipasarkan di mancanegara. Menurutnya, perseroan akan terus melakukan diversifikasi produk unggulan yang berbeda-beda untuk setiap negara di Asia Tenggara.

"Kita belajar bahwa beda negara beda juga pasarnya. Seperti Thailand dan Vietnam, produk yang kita ekspor adalah obat resep. Sedangkan untuk Myanmar lebih ke arah consumer health, bahkan kini mixagrip jadi salah satu pemain utama produk obat flu disana," jelasnya.

Lebih lanjut, Vidjong berharap bisa menambah ekspor produk jenis nutrisi ke pasar Asia Tenggara, khususnya Malaysia dan Singapura pada tahun ini. Kendati memperluas pasar di negara-negara tersebut, Vidjong mengatakan bahwa Filipina, Myanmar, dan Vietnam akan tetap menjadi pasar ekspor utama perusahaan di tahun 2015.

"Rencananya pada tahun ini kami ingin membawa Extra Joss ke Malaysia. Selain itu kita juga ingin membawa Hydro Coco di Singapura dan Fitbar ke pasar Filipina," tuturnya.

Dengan adanya hal tersebut, ia berharap perusahaan dapat meningkatkan porsi ekspor dari angka 5 persen dari total penjualan pada tahun lalu ke angka 6 persen pada tahun ini. Dengan melihat target pertumbuhan penjualan perusahaan sebesar 7 hingga 9 persen pada tahun ini, maka perusahaan berharap bisa melakukan ekspor senilai Rp 930,36 miliar hingga Rp 946,12 miliar.

"Memang tujuan jangka panjang kami adalah meningkatkan ekspor, bahkan kami menargetkan proporsi ekspor bisa sebesar 10 persen dari total penjualan dalam lima tahun ke depan. Dengan naiknya kontribusi ekspor, semoga juga bisa membantu pengelolaan depresiasi rupiah," pungkas Vidjong.

Melihat laporan keuangan perusahaan pada tahun lalu, nilai ekspor produk Kalbe Farma mencapai Rp 796,91 miliar, dimana kontribusi ekspor terbesar adalah produk kesehatan (consumer health) sebesar Rp 392,46 miliar yang disusul dengan ekspor obat resep sebesar Rp 299,47 miliar. Dengan kata lain, ekspor produk kesehatan mengambil proporsi 49,2 persen dari keseluruhan ekspor Kalbe Farma.

Lebih lanjut, ekspor Kalbe Farma sendiri memiliki proporsi 11,5 persen dari total ekspor sektor farmasi secara nasional yang tercatat sebesar US$ 532 juta atau sebesar Rp 6,91 triliun pada tahun 2014. Selain itu, angka ekspor Kalbe Farma pada tahun lalu juga terbilang meningkat 21,4 persen dari angka ekspor tahun sebelumnya yang mencapai Rp 656,35 miliar.

Di samping itu, total penjualan Kalbe Farma pada tahun 2014 meningkat sebesar 6,79 persen dari angka Rp 16,00 triliun di tahun 2013 ke angka Rp 17,39 triliun. Dengan target pertumbuhan penjualan sebesar 7 hingga 9 persen, maka perusahaan berharap bisa membukukan total penjualan sebanyak Rp 18,61 triliun hingga Rp 18,96 triliun di tahun ini.

www.cnnindonesia.com

LAST_UPDATED2