Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Ekspor Perikanan,Turunkan Biaya Logistik

There are no translations available.

http://img1.beritasatu.com/data/media/images/medium/1432283616.jpg

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan beroperasinya Terminal Peti Kemas (TPK) Teluk Lamong, Jawa Timur, akhir pekan lalu.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Saut Hutagalung mengatakan peresmian TPK Teluk Lamong membuka peluang baru untuk lebih mengenjot ekspor perikanan, terutama bagi provinsi Jawa Timur.

‎”Ekspor hasil perikanan via Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sekitar 35-37 persen dari total nilai ekspor hasil perikanan Indonesia per tahun. Khususnya bagi kawasan timur Indonesia dan wilayah Sulawesi dan Kalimantan, perbaikan pelayanan di pelabuhan Teluk Lamong akan meningkatkan daya saing ekspor,” ujar Saut dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Senin (25/5).

Menurut dia, pengembangan Teluk Lamong merupakan bagian dari rencana pengembangan Tol Laut dan konektivitas laut nasional. Berdasarkan data P2HP KKP, ekspor hasil perikanan pada 2014 mencapai 1,27 juta ton dengan nilai US$ 4,64 miliar. Sementara target ekspor sepanjang 2015 ini adalah 1,42 juta ton senilai US$ 5,60 miliar.

“Tentu perlu percepatan pengembangan Tol Laut agar secara nasional daya saing meningkat. Khusus di bidang kelautan dan perikanan, maka perlu juga percepatan pengembangan Sistem Logistik Ikan Nasional/SLIN dan memanfaatkan Tol Laut sebagai 'tulang punggung' transportasi laut,” ujar dia

Saut mengatakan TPI Teluk Lamong merupakan bagian dari Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang saat ini dapat disinggahi kapal kargo besar lintas samudera, hal ini merupakan kemajuan penting bahwa kapal kargo internasional dapat singgah langsung di pelabuhan Indonesia. Selama ini semua kapal kargo internasional singgah dan alih muatan ke kapal kargo lebih kecil di Singapura lalu diangkut ke Indonesia.

Saut menjelaskan kontainer tujuan ekspor dimuat kapal kargo dari Indonesia diangkut ke Singapura lalu dialihmuat ke kapal kargo internasional selanjutnya dibawa ke negera tujuan seperti Uni Eropa (UE) atau Amerika Serikat (AS).‎ Hal ini mengakibatkan biaya logistik dan transportasi menjadi tinggi dan daya saing bisnis rendah.

Ia mengatakan secara nasional, biaya logistik dan transportasi di Indonesia mencapai 27 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sementara di negara maju dan Singapura di bawah 10 persen dan di beberapa negara ASEAN lain seperti Thailand, Malaysia hanya sekitar 12-13 persen dari PDB.

Ia mengatakan Jika TPK Teluk Lamong beroperasi dengan baik, maka biaya logistik laut dapat turun signifikan. Jika logistik darat-laut dan pelabuhan terintegrasi maka biaya logistik dapat turun sampai 50 persen. Jika ini tercapai, maka daya saing logistik Indonesia sejajar dengan negara ASEAN di luar Singapura.

Ia mengatakan perkembangan ini sangat positif bagi peningkatan ekspor. Harga produk perikanan Indonesia akan dapat lebih bersaing dari sisi harga. Selama ini, ekspor produk perikanan Indonesia masih kuat terutama karena pasokan, mutu dan ‎pemenuhan syarat ekspor seperti 'delivery service' namun harga umumnya lebih tinggi.

“Dengan turunnya biaya logistik, harapan Indonesia adalah tidak saja harga produk lebih bersaing tetapi juga keuntungan eksportir lebih tinggi dan harga jual di tingkat produsen seperti nelayan akan lebih tinggi juga,” paparnya.

www.beritasatu.com