Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Ekspor Ikan Hias Terus Merosot, KKP Genjot Peternak

There are no translations available.

http://berita.beritajatim.com/brt925334320.jpg

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ekspor ikan hias Indonesia baru sekitar US$ 29 juta di tahun 2012 lalu. Dan tahun 2013, ekspor terus merosot menjadi US$ 24 juta.

Semakin merosotnya nilai ekspor ikan hias Indonesia, membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berusaha meningkatkan nilai ekspor ikan hias dengan target di tahun 2020 nanti  Indonesia bisa menjadi pengekspor ikan hias terbesar.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pengembangan Produk Non-Konsumsi KKP, Maman Hermawan yang mengaku bahwa merosotnya nilai ekspor ikan hias Indonesia diakibatkan beberap faktor diantaranya, soal regulasi, infrastruktur dan minimnya data base soal ekspor ikan hias.

"Saat ini permasalahan utama yang dihadapi peternak ikan hias lokal untuk menembus pasar luar negeri adalah brand image yang kurang kuat. Dicontohkan, untuk ikan Koi, saat ini masih dikuasai Jepang, padahal komoditas lokal juga tak kalah kualitasnya," ujar Maman.

Untuk mengatasi hal itu, lanjut Maman, pihaknya akan terus mendorong industri perikanan hias di Indonesia dengan memberikan berbagai sarana baik untuk produksi maupun pemasaran untuk menunjang nilai ekspor ikan hias Indonesia.

“Kami terus berupaya meningkatkan nilai ekpor ikan hias ini dengan berbagai cara.  Sektor ini pertumbuhan selama 2013 lalu mampu naik sekitar 8,4 %. Jika kita amati seksama komoditas ikan hias mampu menyumbang pada pemerintah bahkan komoditas ini mampu  bersaing dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia,” tegas Maman Hermawan saat ditemui disela lomba ikan hias Asia Cup Young Koi Show di Supermal Pakuwon Indah Surabaya, Minggu (3/5/2015).

Dikatakan, produk ikan hias Indonesia sudah mulai diakui oleh negara lain. Misalkan negera Iran saat ini menjadi negara terbesar dalam pemesana ikan hias dari Indonesia dan di ikuti negara lainnya. Saat ini Indonesia masih berada di posisi 4 eksportir ikan hias di dunia.

Negara eksportir ikan hias saat ini paling tertinggi dan memiliki urutan pertama negara Siangpura di susul  Spanyol dan Jepang. Sementara Indonesia sendiri hanya berada diurutan ke empat dari nagara tersebut.

“Kami optimis pada 2020 nanti nilainya bisa menjadi US$70 juta," harapnya.

Komoditas ikan hias yang menjadi andalan ekspor Indonesia diantaranya adalah Koi, Arwana, Cupang,   dan Koki. Sedangkan beberapa daerah penghasil utama ikan hias diantaranya Tulungagung dan Blitar di Jatim.

www.beritajatim.com