Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Gubernur: Ekspor Jatim ke Australia Defisit

There are no translations available.

http://berita.beritajatim.com/brt139335699.jpg

Gubernur Jatim Soekarwo menyambut baik tawaran untuk mengisi kegiatan Indonesia Australia Fair 2015 yang akan diadakan di Canberra, ibukota Australia, pada bulan November nanti.

"Sebelum pelaksanaan Indonesia Australia Fair kami akan melakukan pra meeting untuk membahas dan mencari informasi peluang bisnis yang ada di Australia, terlebih Jatim sudah memiliki sister province di Western Australia," kata Pakde Karwo saat menerima audiensi Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema di gedung Grahadi, Surabaya, Selasa (28/4/2015).

Ia mengatakan, kesempatan perluasan kerjasama antara Jatim dan Australia sangat besar karena tetangga dekat Jatim dan hubungan yang sudah terjalin sejak lama. Namun, saat ini kondisi ekspor Jatim ke Australia defisit, karenanya melalui pameran itu diharapkan bisa dikembangkan lebih banyak lagi.

Utamanya untuk ekspor buah-buahan Jatim karena ada ciri buah tropis terdapat bintik, sehingga tidak bisa masuk ke Australia. "Standar makanan dan minuman Australia sangat tinggi, karenanya kami berencana membuat ekstrak agar buah-buahan dari Jatim bisa diterima," tambahnya.

Selain kerjasama di bidang perekonomian, Pakde Karwo juga berniat untuk membangun kerjasama di bidang pendidikan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mini yang telah dikembangkan pemprov Jatim berstandar internasional. Bahkan, sebagian kepala sekolah SMK Mini tersebut masih di training di Jerman untuk meningkatkan kualitasnya.

"Dengan mendapatkan standar sertifikasi pendidikan dari Australia, merupakan pintu gerbang sebagai pintu gerbang masuk ke Uni Eropa," lanjutnya.

Lebih lanjut disampaikan, meskipun saat ini kondisi politik antara Indonesia dan Australia sedang turun, namun hubungan bisnis tidak bisa berhenti begitu saja. Konsep bisnis harus berjalan, karena untuk mendukung kondisi perekonomian wilayah. "Politik dan ekonomi adalah konsep yang berkaitan namun berbeda. Ini penting untuk menunjang kesejahteraan masyarakat," tukasnya.

Sementara itu, Dubes Canberra Nadjib Riphat Kesoema, Indonesia Australia fair adalah kombinasi business summit dan pameran ekonomi kreatif, wisata dan budaya Indonesia di Australia yang nantinya digelar 13-15 November 2015. Jatim dipilih sebagai salah satu peserta perwakilan Indonesia karena kemajuan pertumbuhan ekonominya, juga cara beretika masyarakatnya yang bisa dicontoh daerah lain di Indonesia.

Nadjib menambahkan, saat ini neraca perdagangan di Indonesia secara umum defisit terhadap Australia. Ini disebabkan menurunnya jumlah ekspor minyak kelapa sawit pada tahun 2014. Kondisi tersebut cukup tidak adil karena Indonesia adalah negara pengimpor gandum,kapas, dan sapi terbesar di Australia.

"Saya sudah bertemu dengan menteri perdagangan Australia terkait kondisi ekspornya yang sangat menurun terhadap Indonesia. Karenanya Sekitar akhir Mei maksimal Juni rombongan Menteri Perdagangan dan 200 pengusaha dari Australia akan datang ke Indonesia," pungkasnya.

www.beritajatim.com