Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Ginsi Jatim Sambut Baik Rencana Pemerintah Kenakan BEA Impor Kedelai

There are no translations available.

http://images.surabayanews.co.id/2015/04/Ginsi-Jatim-Sambut-Baik-Rencana-Pemerintah-Kenakan-BEA-Impor-Kedelai.png

Gabungan importir nasional Jawa Timur sambut baik rencana pemerintah yang akan mengenakan BEA masuk untuk kedelai import sebesar 10 persen. Meskipun mendukung, Indonesia belum siap untuk dikenakan pajak karena kebutuhan kedelai impor masih tinggi sehingga dibutuhkan peran pemerintah untuk mendorong kebutuhan kedelai dalam negeri.

Rencana pemerintah yang akan memasukkan penetapan tarif BEA masuk impor sebesar 10 persen untuk komoditas kedelai import, disambut baik oleh importir Jawa Timur. Pasalnya dengan pengenaan Pajak Penghasilan Negara (PPN) sebesar 10 persen untuk kedelai, dianggap mampu mengurangi ketergantungan impor bahan baku di Jawa Timur yang selama ini mencapai sebesar 83 persen.

Hanya saja langkah kebijakan tersebut harus diimbangi dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan petani. Sebab selama ini pemerintah masih belum bekerja keras dalam mencapai swasembada pangan. Bahkan Ginsi Jatim meminta peran bulog dikembalikan untuk menyerap pasokan kedelai di Jawa Timur.

“Mudah-mudahan dengan adanya kenakan biaya yang lebih besar untuk kedelai, dalam negeri ini bisa terangsang,” kata Bambang Sukadi, ketua Ginsi Jatim.

Pihaknya berharap kebijakan ini mampu merangsang petani untuk kembali menanam kedelai yang selama ini masih tergantung impor. Meskipun diakui importir tidak akan merugi sebab importir akan mengenakan besaran PPN kepada konsumen.

Dari data Ginsi Jawa Timur, impor kedelai terus bertambah tiap tahunnya sebesar 15 persen. Tercatat di tahun 2013, impor kedelai nasional mencapai 528 juta kilogram dengan total nilai sebesar 323 juta us dollar, dan meningkat di tahun 2014 menjadi sebesar 630 juta kilogramdengan nilai sebesar 380 juta us dollar.

Bahkan di tahun ini per Januari hingga Februari tercatat impor kedelai mencapai 57 juta kilogram atau setara dengan nilai mata uang sebesar 74 juta us dollar. Dari data tersebut, tiap bulannya, devisa negara untuk impor kedelai mencapai sebesar 37 juta us dollar atau sebesar Rp 486 miliar

www.surabayanews.co.id