Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Ekspor Tembakau Jember Terancam Residu Tinggi

There are no translations available.

http://img2.bisnis.com/jatim/posts/2015/03/27/79320/foto_tembakau-1.jpg

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyatakan residu tembakau yang tinggi dapat mengancam keberlangsungan ekspor tembakau kabupaten setempat ke sejumlah negara di Eropa.

"Kami sudah mengimbau para petani tembakau cerutu untuk benar-benar memperhatikan desiminasi residu pestisida, agar tembakau mereka bisa diterima di pasar internasional," kata Kepala Dishutbun Jember Maskyur, Jumat (27/3/2015).

Menurut dia, jumlah luas lahan tembakau cerutu di Jember yang sudah mengendalikan residu pestisida sesuai standar CORESTA (Pusat Kerja sama Keilmuan dan Penelitian terkait dengan Tembakau) dan WHO berkisar 200-300 hektare.

"Estimasi luas lahan tembakau cerutu Na Oogst Tanam Awal (NOTA) 1.441 hadan Na Oogst tradisional 433 ha, sehingga masih sedikit areal tembakau yang melakukan desiminasi pengendalian residu pestisida di Jember," tuturnya.

Kendati demikian, lanjut dia, berdasarkan hasil penelitian residu tembakau petani yang disampaikan oleh perwakilan pembeli tembakau Na Oogst, Mr John Marrie hasilnya cukup baik.

"Hasil survei Mr John Marrie sejak tahun 2012-2013 disimpulkan bahwa sudah terjadi penurunan kandungan residu pestisida pada tembakau petani di Jember secara signifikan, namun masih diatas protokol," paparnya.

Berdasarkan penelitian itu, penyebabnya karena kebanyakan petani menggunakan satu jenis bahan aktif fungisida sepanjang umur tanaman, frekuensi pemberian lebih tinggi dari protokol, fungisida masih diaplikasikan saat petik, dan arbendasim masih digunakan oleh sebagian petani.

"Dishutbun bersama Lembaga Tembakau akan berpartisipasi dalam pelatihan kemandirian kelompok tani tembakau tahun ini, sehingga diharapkan petani melakukan pengendalian residu tembakau, agar tembakau Jember menjadi primadona dunia," katanya.

Maskyur mengaku tidak tahu pasti berapa jumlah tembakau cerutu yang sudah diekspor ke sejumlah negara Eropa karena data tersebut berada di Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Jember.

"Mudah-mudahan dengan pelatihan dan penyuluhan, penggunaan pestisida dalam budidaya tembakau tidak berlebihan dan residu tidak melebihi batas ambang," ujarnya.

Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri mengatakan sejumlah lembaga yang berkompeten terhadap tembakau harus memberikan pencerahan kepada petani tembakau terkait dengan ambang batas residu tembakau yang disyaratkan oleh WHO.

"Konsumen asing melalui melalui para eksportir meminta agar petani menghasilkan tembakau dengan residu pestisida yang kecil, kalau hal itu diabaikan maka tidak menutup kemungkinan tembakau Jember tidak akan laku di pasar dunia."

www.bisnis.com