Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Pelaku Industri Mebel Berharap Impor Bahan Baku Lancar

There are no translations available.

http://www.jawapos.com/jppic/15008_12937_oke-mebel-ekpor-BEC.jpg

Pelaku industri mebel berorientasi ekspor di Jawa Timur (Jatim) meminta dukungan pemerintah agar proses impor bahan baku diperlancar. Hal itu seiring target ekspor mebel nasional yang naik hingga 300 persen tahun ini.

Namun, niat tersebut agak terganjal. Industri mebel di Mojokerto mengalami kesulitan untuk impor bahan baku dari Amerika Serikat (AS). Pemicunya, bahan baku penunjang produk mebel berupa kulit olahan ditahan Balai Besar Karantina Hewan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Akibatnya, industri mebel akan kehilangan order hingga mencapai USD 800.000 per bulan atau setara 40 kontainer.

Persoalan itu membuat prospek industri mebel semakin suram di tengah ketatnya persaingan pasar internasional dengan industri sejenis asal Vietnam. Ketua Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Jatim Nur Cahyudi menyatakan, permasalahan yang dihadapi produsen mebel berorientasi ekspor di Jatim kian meluas, baik berupa peraturan pemerintah maupun aspek ketenagakerjaan.

’’Buyers dari AS telah order produk mebel rata-rata 40 kontainer ukuran 40 feet setiap bulan. Sekarang order itu terancam hilang karena produsen tidak bisa mengirim contoh produk akibat kulit olahan ditahan,’’ katanya, Minggu (29/3).

Nur menuturkan, impor bahan baku penunjang olahan tidak memerlukan izin gudang seperti yang diminta karena tidak termasuk kulit mentah. Dia berharap aparat pemerintah bisa bersinergi untuk mempermudah industri berorientasi ekspor. Pihaknya segera mengirim surat pemberitahuan tentang masalah tersebut ke Kementerian Perdagangan.

Jika bahan penunjang itu tertahan, industri mebel di Mojokerto akan kehilangan order hampir USD 10 juta per tahun dan menimbulkan pengangguran hingga 800 tenaga kerja. Awal 2015 industri tersebut telah kehilangan order USD 40 juta karena buyers asal AS dan Eropa mengalihkan pembelian ke Vietnam yang harga mebelnya lebih murah.

Dewan Penasihat Forum Komunikasi Asosiasi Pengusaha (Forkas) Jatim Johanes Sumarno menyampaikan, banyak industri padat karya berorientasi ekspor di Jatim yang terhambat dengan peraturan yang menyulitkan peningkatan kinerja. Karena itu, pemerintah perlu merespons kondisi tersebut.

’’Kalau pemerintah tidak memberikan respons positif terhadap dunia usaha, rencana pemerintah meningkatkan ekspor sampai 300 persen tahun ini tidak akan tercapai,’’ jelasnya.

www.jawapos.com