Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Jatim Kian Bergantung Pada Ekspor Produk Kreatif

There are no translations available.

http://img.bisnis.com/posts/2015/02/25/406349/pameran-industri-kreatif-ant.jpg

Provinsi Jawa Timur makin tergantung pada ekspor produk kreatif ke pasar-pasar nontradisional, seiring dengan makin banyaknya jaringan dan simpul (hub) perdagangan Indonesia di Asia dan Eropa.

Tendensi tersebut terdeteksi dari data negara tujuan ekspor nonmigas Jatim pada awal tahun ini, yang didominasi oleh mitra dagang nonpopuler seperti Swiss dan Taiwan. Kedua pasar itu masuk ke dalam jajaran tiga besar tujuan ekspor Jatim untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Produk yang paling banyak dijual ke pasar nontradisional adalah perhiasan dan permata. Hal itu kontras dengan tren kinerja ekspor Jatim selama ini yang didominasi barang manufaktur dan komoditas alam ke pasar tradisional seperti China, Amerika Serikat, dan Jepang.

Ketua Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Jatim Isdarmawan menjelaskan tren baru ekspor Jatim itu dipengaruhi oleh semakin banyaknya hub bentukan pemerintah di luar negeri. Indonesia pun dijadikan referensi baru bagi impor produk kreatif negara lain.  

“Ekspor permata dan perhiasan Jawa Timur tahun ini meningkat sangat tajam, karena dia tergolong produk ekonomi kreatif dengan keunggulan mode dan desain yang tidak kalah dari negara Eropa dan lainnya,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (25/2/2015).

Terkait pecahnya rekor Swiss dan Taiwan sebagai negara tujuan ekspor utama Jatim, tuturnya, Swiss telah resmi menjadi pintu masuk produk Jatim ke negara Uni Eropa lainnya. Sementara itu, Taiwan juga telah memiliki hubungan hub culture dengan RI.

Dominasi pasar nontradisional sebagai tujuan ekspor memiliki kecenderungan tidak dapat berkelanjutan (sustainable) karena biasanya ditopang oleh produk nonunggulan dan pola pembeliannya cenderung bersifat musiman.

Namun, para eksportir mengaku optimistis moncernya kinerja ekspor produk kreatif ke mitra dagang baru akan lestari. “Kami yakin bisa sustain, dengan catatan kita harus terus ikuti tren mode pasar dan agresif promosi. Ini perlu dukungan total dari pemerintah.”

www.bisnis.com