Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Ini Strategi Kemendag untuk Tekan Impor

There are no translations available.

Ekspor Impor 5 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki strategi khusus untuk menekan impor pada tahun ini. Salah satunya yaitu dengan mendorong produksi barang-barang yang dibutuhkan di dalam negeri.

"Jadi subsititusi impor itu strategi Kemendag bagaimana ke depan, barang yang biasa kita impor, katakan barang konsumsi, maupun barang baku, penolong dan bahan modal, ya kita produksi di dalam negeri. Paling tidak, devisa kita kan hemat," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Partogi Pangaribuan, di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2015).

Cara kedua, yaitu dengan mendorong terciptanya sektor industri di hulu sehingga bahan baku yang dihasilkan di Indonesia tidak diolah di negara lain.

"Ketiga, kita tidak tergantung dengan bahan baku impor. Memang bertahap. Tapi paling tidak tentu BKPM juga akan selektif dalam memberikan izin investasi ke depan," lanjutnya.

Partogi mengatakan, program-program ini rencanakan akan mulai digalakkan pada tahun ini. Pihaknya juga telah mengandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memuluskan langkah tersebut.

"Tahun ini sudah mulai, kita sudah berulangkali rapat dengan BKPM. Itu sudah menjadi catatan BKPM juga dan jadi fokus mereka," kata dia.

Dia menjelaskan, ada beberapa sektor industri yang telah dibidik untuk dikembangkan di dalam negeri. Dengan demikian diharapkan Indonesia tidak lagi tergantung pada barang impor dari sektor industri tersebut.

"Banyak sekali bahan baku itu, katakan plastik, walaupun kita punya di sini, tapi belum sepenuhnya cukup. Kemudian barang-barang chemical juga, kemudian mesin, itu kita harus buat besar disini. Tapi tentu bertahap," tandasnya

www.liputan6.com