Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

KEBUTUHAN GULA: Petani Jatim Tuntut Pembatasan Impor Di 2015

There are no translations available.

/JIBI-Ilustrasi

Petani dan produsen gula kristal putih atau GKP di Jawa Timur menuntut pemerintah menciutkan izin impor gula mentah periode 2015.

Impor hanya diperbolehkan 1,5 juta ton, menyusul diumumkannya hasil audit distribusi gula kristal rafinasi (GKR) 2014.

Berdasarkan hasil verifikasi Kementerian Perdagangan dan PT Sucofindo (Persero) akhir pekan lalu, ditemukan penyimpangan penyaluran 199.500 ton (11,16%) dari total 1,7 juta ton GKR oleh 11 industri rafinasi selama Januari-Juli 2014.

Jawa Timur—selaku salah satu wilayah produsen tebu dan gula rakyat terbesar di Indonesia—selama ini menderita kerugian terparah akibat merembesnya GKR yang seharusnya diperuntukkan bagi industri makanan-minuman ke pasar konsumsi rumah tangga.

Ketua DPN Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) yang berbasis di Kertosono, Nganjuk, Soemitro Samadikoen berpendapat otoritas perdagangan harus berani memangkas izin impor gula mentah yang merupakan bahan baku GKR.

“Hasil audit itu bukti kebenaran bahwa memang ada GKR yang masuk ke pasar konsumsi. Kami meyakini, kenyataan di lapangan sebenarnya jauh lebih besar dari hasil audit tersebut,” ungkapnya kepada Bisnis.com, Selasa (6/1/2015).

www.bisnis.com