Nilai Beli Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 14.182 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.332 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 8.273 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.000 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 11.200 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 117.273 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.426 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.091 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 27.818 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 29.727 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 28.091 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.980 ( Rp / kg )  Nilai Jual Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg )  Gula Pasir= 13.009 ( Rp / kg )  Minyak Goreng Curah= 11.412 ( Rp / kg )  Tepung Terigu= 9.106 ( Rp / kg )  Kedelai lokal= 10.749 ( Rp / kg )  Kedelai Impor= 10.718 ( Rp / kg )  Daging Sapi= 116.518 ( Rp / kg )  Daging Ayam Broiler= 30.653 ( Rp / kg )  Telur Ayam Ras= 22.602 ( Rp / kg )  Cabe Merah Keriting= 30.050 ( Rp / kg )  Cabe Merah Biasa= 28.349 ( Rp / kg )  Bawang Merah = 26.972 ( Rp / kg )  Beras Medium= 10.659 ( Rp / kg ) 

Kalender Agenda

<<  September 2017  >>
 Mon  Tue  Wed  Thu  Fri  Sat  Sun 
      1  2  3
  4  5  6  7  8  910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Agenda Kegiatan

Tabel Ekspor-Impor

Data Nasional
Data Jawa Timur
Eror
  • JHTMLBehavior::caption not supported.
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JFolder::create: Could not create directory
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTML::date not supported.
  • JHTMLIcon::email not supported.
  • JHTMLIcon::print_popup not supported.
  • JHTMLIcon::pdf not supported.
  • JHTMLBehavior::mootools not supported.

Harga Minyak Dunia Turun, Ekspor RI Optimistis Tercapai

There are no translations available.

/JIBI-Ilustrasi

Kementerian Perdagangan optimistis target nilai ekspor sebesar US$192,5 miliar pada tahun ini bisa terealisasi seiring dengan mulai membaiknya perekonomian dunia, serta menurunnya harga minyak mentah dunia.

Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan target tersebut akan mudah tercapai kinerja ekspor ke beberapa negara mengalami peningkatan secara signifikan, seperti Arab Saudi (naik 22,6%), Pakistan (55,3%), Australia (36,7%), dan UEA (61,8%).

“Perekonomian negara maju pada 2015 diprediksi mengalami pertumbuhan tinggi. Perkembangan ekspor kita pada tahun ini diprediksi akan lebih baik. Kita ubah struktur ekspor dari produk primer menjadi produk manufaktur,” katanya, Selasa (6/1/2015).

Pada tahun ini, Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor nonmigas sebesar US$192,5 miliar, meningkat 4,17% dari target yang telah direvisi tahun lalu sebesar US$184,3 miliar.

Dalam mencapai target tersebut, Kemendag akan membuat pusat disribusi, melakukan inkubasi bisnis di pasar tujuan ekspor, promosi dagang di beberapa negara, dan misi pembelian di beberapa pasar baru.

“Untuk tahun ini akan dilakukan inkubasi bisnis di UEA. Kita juga akan mendorong ekspor barang yang bahan bakunya dari dalam negeri.”

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan menambahkan menurunnya harga minyak mentah dunia secara tidak langsung akan turut mengerek kinerja ekspor Tanah Air, minimal tiga bulan pertama tahun ini.

Sebab hal tersebut akan mempengaruhi peningkatan daya beli masyarakat dan pergerakan industri. Dampak inilah yang akan dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah.

“Kita akan maksimalkan ekspor bahan jadi, kalau kita ekspor bahan mentah nilai tambahnya tidak terlalu besar,” katanya.

Guna meningkatkan kinerja ekspor, Kemendag mengandalkan produk manufaktur yang terbagi menjadi empat kelompok, yakni elektronik, tekstil dan produk tekstil, produk kimia, produk kayu, kertas dan furnitur, serta produk logam menjadi komoditas andalan atau kelompok pertama.

Kelompok kedua adalah otomotif, mesin-mesin, produk plastik, peralatan medis, kelompok tiga adalah alas kaki dan produk karet, serta kelompok empat meliputi kerajinan kulit dan produk kulit, serta minyak atsiri.

www.bisnis.com